Arsip Kategori: Artikel Guru

Membuat Batasan Kepada Murid Yang Aman

Akhir-akhir ini sering kita dengar guru menghukum siswa dengan memukul, menempeleng, mencubit dan bentuk hukuman fisik lainnya. Hal tersebut dilakukan seorang guru dengan maksud untuk memberikan efek jera terhadap siswa. Tetapi terkadang berlebihan sehingga sering kita baca di surat-surat kabar maupun televisi. Hal tersebut membuat image guru menjadi tercemar, padahal tidak sedikit guru yang berpredikat guru favorit dan disukai siswanya.

Ada kalanya seorang guru perlu membuat aturan-aturan yang intinya mengajari siswa supaya dapat belajar disiplin. Masalah kadang kerap timbul apabila batasan-batasan tersebut diterapkan kepada siswa yang memiliki kepribadian berbeda dengan teman sebayanya. Berbeda disini maksudnya memiliki perilaku yang lebih sulit dibina dibanding anak-anak lainnya.

Berikut beberapa saran bagi para guru supaya aturan-aturan yang dibuat dapat diterapkan pada siswa dengan mengurangi timbulnya masalah.


1. Buatlah aturan seminim mungkin.

Aturan yang hendak dibuat hendaknya jelas dan langsung. Sehingga siswa langsung mengetahui mana batasan mereka. Jelaskan kepada mereka konsekuensi dari aturan tersebut, baik positif maupun negatif. Berikan hadiah, pujian atau simpati kepada mereka yang mematuhinya. Sedang bagi yang tidak, berikan hukuman yang yang dapat memotivasi kedisiplinan mereka.

2. Beri hadiah atau hukuman yang masuk akal.

Terangkan dengan sejelas-jelasnya kewajiban apa yang harus siswa kerjakan. Berikan pengertian kepada siswa yang bermasalah secara efektif. Jelaskan bahwa mereka adalah pemegang kendali atas kemampuan dan prilakunya masing-masing. Di akhir tugas, jelaskan bahwa dengan mengerjakan tugas tepat pada waktunya, biarpun terpaksa, toh akhirnya mereka juga dapat melakukan aktifitas lainnya yang disukai. Jadi mengerjakan tugas bukan penghalang untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan lainnya.

3. Banyaklah berkomunikasi dengan siswa

Selalu komunikasikan dengan siswa secara baik-baik segala hal yang ingin diterapkan kepada mereka. Berikan penjelasan dari sudut pandang sebagai seorang guru dan terangkan perkembangan apa saja yang telah diraih oleh setiap siswa. Walaupun efeknya tidak langsung terlihat, namun apabila dibiasakan siswa akan merasa tergerak untuk melakukan kewajiban mereka.

4. Bekerja sama dengan para siswa.

Walaupun aturan sudah dibuat dan siswa harus melaksanakannya, bukan berarti mereka tidak dapat diajak kerja sama. Berikan kepada mereka secara rutin : jadwal pembelajaran, lembaran tugas harian, dan daftar aturan serta konsekuensinya. Bantuan ini dapat dijadikan referensi bagi siswa untuk melakukan kewajiban dengan baik.

5. Bersikap dan berpikir positif.

Sekeras apapun disiplin yang dibuat, tidak berarti berupa pemaksaan atau kekerasan kepada murid. Berikan kepada siswa pilihan. Jadikan hal tersebut topik dari segala komunikasi dengan siswa. Pada siswa yang selalu terlambat mengerjakan tugas, misalnya, beri pilihan untuk berusaha lebih keras lagi atau akan kehilangan jatah waktu istirahatnya. Biasanya pendekatan ini akan membuat siswa menjadi termotivasi sendiri.

6. Pendekatan kepada siswa yang bermasalah.

Apabila ingin memberikan pengertian kepada siswa yang sering lalai atau bermasalah, gunakan pendekatan yang tidak mencolok perhatian siswa lainnya. Apabila tidak dapat berbicara langsung pada ruangan tersendiri, alihkan perhatian siswa lainnya dengan memberikan pekerjaan ringan. Ajaklah berdiskusi, karena mungkin faktor kelalaian mereka bisa berupa stress atau tekanan akademis yang terlalu berat. Bisa juga karena mereka memiliki energi yang berlebih sehingga susah untuk berkonsentrasi cukup lama pada satu mata pelajaran. Bantulah mereka untuk mengatasi masalah tersebut.

- Dirangkum dari Setting the Limits, www.teachervision.fen.com

Bagi rekan-rekan guru yang mungkin mempunyai cara atau saran silahkan kirim ke alamat email dibawah ini, untuk saya postingkan ke situs ini agar kita bisa sharing sesama guru yang lain. Tolong cantumkan identitas terutama tempat dinas. Thanks…

Email    : onnyrudi@gmail.com

Enam Langkah Berlajar Efektif

  1. Survey (Meninjau)
    Usaha untuk mengetahui garis besar isi dari bacaan serta cara penyusunan dan penyajiannya secara sepintas lalu.

  2. Question (Mengajukan Pertanyaan)
    Mengajukan pertanyaan bertujuan untuk menimbulkan rasa ingin tahu. Orang yang ingin tahu akan berusaha mencari jawabannya.

  3. Reading (Membaca)
    Bacalah dengan cermat bahan pelajaran satu kali lagi sambil berusaha untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sudah diajukan

  4. Recite (Mengingat sambil menyebutkan kembali)
    Rahasia yang perlu diketahui dalam menyebutkan kembali ialah sebutkan dengan menggunakan kata-kata sendiri. Mengingat dan menyebutkan kembali merupakan langkah yang penting karena dengan cara ini orang dapat mengenali dan juga mempelajari jawaban.

  5. Record (Mencatat)
    Tujuan membuat catatan ialah untuk menolong kita mengingat pokok-pokok yang penting tanpa membaca kembali bahan bacaan itu sendiri. Catatannya dibutuhkan untuk merangsang ingatan kembali apa yang kita pelajari.

  6. Review (Mengulang Kembali)
    Mengulang kembali berarti mengungkapkan kembali apa yang telah Anda pelajari tanpa melihat catatan. Mengulang bahan pelajaran secara teratur amat berguna karena mengingatkan kembali pengetahuan yang telah kita pelajari sebelumnya.

Bikin Matematika Bisa Dinikmati

Seorang teman selalu mengeluh siswanya susah diajar Matematika, bahkan yang paling parah ada siswanya kalau pelajaran matematika ketakutan. Sehingga membolos jika tidak mengerjakan PR Matematika. Kalau kita guru Matematika pasti akan mengalami hal seperti teman saya tersebut, mungkin juga tidak disenangi oleh siswa kita. Coba kita tanya siswa pelajaran apa yang paling tidak disukai, pasti Pelajaran Matematika masuk dalam kategori jawaban siswa tersebut. Sudah saatnya matematika dibikin menyenangkan. sebab dengan cara itulah citra Matematika yang menakutkan akan bisa diubah.

Secara praktis dan simpel saja setidaknya ada 3 cara agar Matematika bisa lebih dinikmati siswa.

  1. Sikap guru yang menyenangkan
  2. Gunakan pembelajaran Model Kongkret
  3. Pemberian masalah nyata

Read the rest of this entry

Download Penyusunan Portofolio Sertifikasi Guru

Sertifikasi guru dalam jabatan adalah: proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru yang bertugas sebagai guru kelas, guru mata pelajaran, guru bimbingan dan konseling atau konselor, dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan.

Sertifikasi bagi guru dalam jabatan dilaksanakan melalui dua cara:

1) uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat pendidik (bentuknya: penilaian portofolio).

2) pemberian sertifikat pendidik secara langsung.

Read the rest of this entry

Menjadi Guru Yang Disukai Siswa

Klik gambar agar jelas

Sebagai seorang guru, manakah yang anda inginkan disukai siswa, ditakuti siswa, atau malah dibenci siswa. Pilihan ada pada diri anda sendiri, apalagi kalau anda seorang guru matematika. Menjadi guru matematika agar tidak dibenci siswa? Itu sesuatu yang perlu dicurigai kayaknya yah. Hampir semua guru matematika dibenci siswa karena berbagai alasan, diantaranya penampilan, model pembelajarannya (akting di depan siswa), dan semacamnya. Memang tidak semuanya guru matematika dibenci siswa, ada juga guru matematika justru disayang dan dielu-elukan siswanya. Lalu bagaimana kiat-kiatnya? Ini ada beberapa hal yang sudah saya lakukan berdasarkan pengalaman dan pengamatan, semoga kita bisa melakukan dan mengambil pelajarannya. Berikut ini tips-nya :

Guru Perlu Kreatif Untuk Meredakan Kebosanan

Cukup banyak guru-guru mengatakan merasa capek atau lesu apabila harus segera masuk kelas untuk melaksanakan proses belajar mengajar. Dalam absensi, hampir setiap hari ada guru yang ijin karena berhalangan tidak dapat datang ke sekolah. Pada umumnya alasan serius atau alasan berpura-pura sehingga berhalangan untuk tidak hadir di sekolah. Sering alasan lain adalah untuk memohon ijin karena ada urusan keluarga yang sangat mendesak. Kalau kita fikirkan tidak ada seorangpun di dunia yang luput dari urusan keluarga. Tetapi rasanya tidak logis kalau seorang guru sempat dalam satu bulan membuat alasan sepele dan berhalangan untuk mengajar sebanyak sekian kali. Dan alasan sepele ini cukup banyak dilakukan oleh guru-guru.

Dapat dikatakan buat sementara, bahwa keabsenan guru-guru dari sekolah karena tersandung oleh kebosanan selama proses belajar mengajar. Kemalasan guru-guru yang lain sering terekspresi dalam bentuk kelesuan setiap kali harus menunaikan kewajiban dalam Proses Belajar Mengajar (PBM). Meskipun bel tanda masuk telah berbunyi beberapa menit yang lalu namun masih banyak guru-guru yang ingin menyelesaikan gosip-gosip ringan sesama guru. Malah ada sebagian guru yang sengaja hilir-mudik atau berpura-pura sibuk mencari sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Sampai akhirnya selalu terlambat tiba di kelas dan kemudian sengaja pula agak cepat untuk meninggalkan kelas.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kebosanan pada seorang guru yaitu:

Read the rest of this entry

Mengatasi Anak Malas Belajar

Anak Malas belajar sudah menjadi salah satu keluhan umum para orang tua. Kasus yang biasa terjadi adalah anak lebih suka bermain dari pada belajar. Anak usia sekolah tentunya perlu untuk belajar, antara lain berupa  mengulang kembali pelajaran yang sudah diberikan di sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah (pr)  ataupun mempelajari hal-hal lain di luar pelajaran sekolah.

Malas

malas dijabarkan sebagai tidak mau berbuat sesuatu, segan, tak suka, tak bernafsu. Malas belajar berarti tidak mau, enggan, tak suka, tak bernafsu untuk belajar (Muhammad Ali, Kamus Bahasa Indonesia)

Read the rest of this entry

Menemukan Motivasi Belajar Siswa

Pada tahun ajaran baru, beberapa sekolah dasar menerima murid-murid baru yang berasal dari bermacam-macam TK dan bermacam-macam kebiasaan di rumah yang selalu terbawa di sekolah. Pada masa ini, kebiasaan-kebiasaan, seperti bermain, mewarnai, dan menebalkan sangat sulit untuk langsung diubah ke tingkat membaca, dikte, menghitung, menulis, dan menghafal. Perubahan tersebut tentu memerlukan waktu. Berapa lamakah waktu yang harus dihabiskan? Jawabnya maksimal 2 bulan, kebiasaan-kebiasaan dari TK harus segera dikembangkan pada kemampuan membaca, menghitung, dan menghafal, karena semakin lama siswa menyesuaikan diri dalam kegiatan belajar mengajar, maka semakin tertinggal dia dalam memahami pelajaran tersebut dan semakin malas dia untuk mengikuti pelajaran.

Read the rest of this entry

Tugas Guru Dalam Assesment Pembelajaran

Tugas guru sebagai pengajar adalah merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran yang mendidik, menilai proses dan hasil pembelajaran yang diperoleh melalui hasil Asesmen.

Dalam melaksanakan proses Asesmen (penilaian), tes merupakan alat ukur yang paling sering digunakan guru untuk mengukur hasil belajar siswa. Dari hasil tes, guru dapat mengetahui sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Oleh karena itu, agar tes dapat mengukur hasil dengan tepat, maka tes harus dikembangkan dengan benar.

Read the rest of this entry

Media Guru

Belajar Sepanjang Hayat