Masih Perlukah Hukuman Fisik Pada Siswa?

Akhir-akhir ini sering kita dengar guru menghukum siswa dengan memukul, menempeleng, mencubit dan bentuk hukuman fisik lainnya. Hal tersebut dilakukan seorang guru dengan maksud untuk memberikan efek jera terhadap siswa. Tetapi terkadang berlebihan sehingga sering kita di surat-surat kabar maupun televisi. Hal tersebut membuat image guru menjadi tercemar, padahal tidak sedikit guru yang berpredikat guru favorit dan disukai siswanya.

Ada kalanya seorang guru perlu membuat aturan-aturan yang intinya mengajari siswa supaya dapat belajar disiplin. Masalah kadang kerap timbul apabila batasan-batasan tersebut diterapkan kepada siswa yang memiliki kepribadian berbeda dengan teman sebayanya. Berbeda disini maksudnya memiliki perilaku yang lebih sulit dibina dibanding anak-anak lainnya.

Berikut beberapa saran bagi para guru supaya aturan-aturan yang dibuat dapat diterapkan pada siswa dengan mengurangi timbulnya masalah.

1. Buatlah aturan seminim mungkin.

Aturan yang hendak dibuat hendaknya jelas dan langsung. Sehingga siswa langsung mengetahui mana batasan mereka. Jelaskan kepada mereka konsekuensi dari aturan tersebut, baik positif maupun negatif. Berikan hadiah, pujian atau simpati kepada mereka yang mematuhinya. Sedang bagi yang tidak, berikan hukuman yang yang dapat memotivasi kedisiplinan mereka.

2. Beri hadiah atau hukuman yang masuk akal.

Terangkan dengan sejelas-jelasnya kewajiban apa yang harus siswa kerjakan. Berikan pengertian kepada siswa yang bermasalah secara efektif. Jelaskan bahwa mereka adalah pemegang kendali atas kemampuan dan prilakunya masing-masing. Di akhir tugas, jelaskan bahwa dengan mengerjakan tugas tepat pada waktunya, biarpun terpaksa, toh akhirnya mereka juga dapat melakukan aktifitas lainnya yang disukai. Jadi mengerjakan tugas bukan penghalang untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan lainnya.

3. Banyaklah berkomunikasi dengan siswa

Selalu komunikasikan dengan siswa secara baik-baik segala hal yang ingin diterapkan kepada mereka. Berikan penjelasan dari sudut pandang sebagai seorang guru dan terangkan perkembangan apa saja yang telah diraih oleh setiap siswa. Walaupun efeknya tidak langsung terlihat, namun apabila dibiasakan siswa akan merasa tergerak untuk melakukan kewajiban mereka.

4. Bekerja sama dengan para siswa.

Walaupun aturan sudah dibuat dan siswa harus melaksanakannya, bukan berarti mereka tidak dapat diajak kerja sama. Berikan kepada mereka secara rutin : jadwal pembelajaran, lembaran tugas harian, dan daftar aturan serta konsekuensinya. Bantuan ini dapat dijadikan referensi bagi siswa untuk melakukan kewajiban dengan baik.

5. Bersikap dan berpikir positif.

Sekeras apapun disiplin yang dibuat, tidak berarti berupa pemaksaan atau kekerasan kepada murid. Berikan kepada siswa pilihan. Jadikan hal tersebut topik dari segala komunikasi dengan siswa. Pada siswa yang selalu terlambat mengerjakan tugas, misalnya, beri pilihan untuk berusaha lebih keras lagi atau akan kehilangan jatah waktu istirahatnya. Biasanya pendekatan ini akan membuat siswa menjadi termotivasi sendiri.

6. Pendekatan kepada siswa yang bermasalah.

Apabila ingin memberikan pengertian kepada siswa yang sering lalai atau bermasalah, gunakan pendekatan yang tidak mencolok perhatian siswa lainnya. Apabila tidak dapat berbicara langsung pada ruangan tersendiri, alihkan perhatian siswa lainnya dengan memberikan pekerjaan ringan. Ajaklah berdiskusi, karena mungkin faktor kelalaian mereka bisa berupa stress atau tekanan akademis yang terlalu berat. Bisa juga karena mereka memiliki energi yang berlebih sehingga susah untuk berkonsentrasi cukup lama pada satu mata pelajaran. Bantulah mereka untuk mengatasi masalah tersebut.

- Dirangkum dari Setting the Limits, www.teachervision.fen.com

Bagi rekan-rekan guru yang mungkin mempunyai cara atau saran silahkan kirim ke alamat email dibawah ini, untuk saya postingkan ke situs ini agar kita bisa sharing sesama guru yang lain. Tolong cantumkan identitas terutama tempat dinas. Thanks…

Email    : onnyrudi@gmail.com

About these ads

Posted on 6 November 2009, in Artikel Guru. Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. hukuman fisik sudah tidak perlu dilakukan tetapi untuk menertibkan siswa yang suka bikin ulah alangkah baiknya hukuman fisik juga dilakukan seperti lari lap basket 5 x atau push up 10 x setiap melakukan kesalahan pada tiap harinya, yang penting esensi dari hukuman fisik adalah untuk menegakkan aturan dan bukan untuk sekedar memberikan hukuman karena sentimen akibat kenakalan atau kesalahan siswa tersebut.

    • Setuju, menurut saya sekarang ini terlalu beresiko jika hukuman fisik dilakukan. lebih baik yang mendidik saja. trim’s kunjungannya!

    • Setuju hukuman fisik (kontak fisik) dihilangkan, tapi hukuman fisik berupa olah raga (lari, membersihkan sekolah, dll) jangan sampai dihilangkan. Allah saja menciptakan reward (surga) dan punishment (neraka), masa manusia maunya bikin reward doang.

  2. betul sekali itu, saya sangat tidak setuju dengan guru yang suka melakukan hukuman fisik bagi siswanya. itu akan menimbulkan efek yang sangat tidak baik bagi siswanya. ngomong-ngomong, saya lagi bikin paper tentang hukuman fisik bagi siswa, artikel ini sangat berguna sekali bagi saya. thanks Bapak :)

  3. terimakasih banyak…sangat bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Media Guru

Belajar Sepanjang Hayat

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

%d bloggers like this: